26&27 (Perubahan dan Perbedaan)
Ini
kisah seorang yang merasakan perbedaan dan tak mengerti apa arti dalam hidupnya,
dan awal dari manusia adalah kelahiran, kelahiran yang berharap membuat
perbedaan tapi melahirkan perbedaan.
Pada
awalnya ia merasa dunia ini terasa sempit sampai ia lahir di dunia yang banyak
perbedaan, iya Ini adalah ia dan cerita panjang dirinya sebuah perbedaan dan si
perubahan,
Tanggal
27 Agustus tanggal yang menjadi hari di mana ia lahir, lahir seorang laki-laki si
perbedaan dalam sebuah keluarga sederhana dan 1 tahun berikutnya…
Tanggal
26 di sebuah keluarga lainya lahir di bulan yang sama dia lahir seorang
malaikat yang cantik yang mukin akan mebawa perubahan untuk hidup si perbedaan.
Mereka
hidup dan tumbuh menjadi remaja dan sampai mungkin suatu saat mereka akan di
pertemukan.
Ia
bernama Reza dan dia Rini mereka memang berbeda, dan tak ada persamaan di
antara mereka berdua tapi dialah perubahan baginya………
Reza
adalah anak ke empat dari empat bersaudara, dan ia adalah perbedaan yang nyata,
ia ingin merubah dirinya menjadi sama tanpa di beda-bedakan, iya sama dengan
saudara-saudaranya yang lainya seperti orang selayaknya, ‘Emang ia akan menjadi
goresan hitam di atas kertas putih’.Tetapi sebelum ia mengerti akan suatu
perbedaan dalam dirinya, ia berfikir semuanya tampak sama dari senyuman,canda
dan tawa terlihat sama. Baginya tak ada perbedaan di antara mereka berempat
karena ia pincang di kaki kirinya dari lahir dan seperti orang yang tak berdaya,
dan hanya bisa menunggu maut menjemputnya mungkin ini takdir yang harus di
lalui selama akhir hidupnya, memang ia tak mengerti ini semua tapi ia mencoba
untuk ikhlas menerima apa yang sudah menjadi seharusnya, dantara penderitaanya ia
masih beruntung disamakan oleh keluarganya, dan itulah hal yang menghibur
diantara penderitaannya, ia senang punya keluarga yang seperti ini selalu
tersenyum,tertawa walaupun ia berbeda dan ia berjanji akan membahagiakan mereka
sampai akhir hidupnya..
Ia
sangat mencintai keluargaknya karena tak membedakannya dengan semuanya yang
sama di dunia ini, terutama dengan ibunya tercinta ia sangat dekat sekali
dengan ibunya namanya Ibu Sudarsini dengan kulit sawo mateng, dengan rambut
bergelombangnya dan senyum yang membuat
ia cantik mungin semua ibu di dunia ini cantik tak terkecuali ibunya, waktu itu
di pagi yang cerah dengan terik matahari yang menyengat di hari senin dimana ia
masih berumur 5 tahun disaat itu ia bersama ibunya ingin meliat tarian
trasional (jatilan) kami menyebutnya, tempatnya ada di desa sebelah dan dengan
polosnya ia berkata pada ibunya
’Buk
(ia memanglinya) aku pengen liat itu’, dan ia tak tau kalau tempat jatilannya
itu jauh ada di desa sebelah dan pada saat itu keluarga mereka dengan
pengasilan yang pas-pasan jadi keluarga mereka belum punya motor.
Saat
itu ia berfikir apa yang ia mau pasti harus di turuti dengan suara lirih ibunya
bekata
’Nak,
besok saja liatnya kalau ada di desa kita masalahnya tempatnya jauh’
Tapi
ia ingin dan harus nonton saat itu dengan tangis ia memaksanya
’Ibuk
aku mau nonton sekarang aku pengen nonoton itu’ dan saat itu ia masih teringat
wajah dan senyuman itu yang sangat cerah mendamaikan hati yang sembari berkata
’Iya
nak ganti baju dulu nanti kita lihat sama ibuk’
Saat itupun ia belum sadar dialah malaikat
yang selama ini ia cari.Terik matahari semakin tinggi ia dan ibunya pergi jalan
kaki sembari menemani anaknya yang manja itu, dan sering kali ia di gendong
oleh ibunya tidak penting panas yang menyengat dan keringat yang menetes iya
masih tersenyum di depannya, sesampainya mereka di sana iapun jadi menonton
jatilan itu tak tau kenapa ia takut dan tak mau melihat barongan (orang yang
memakai topeng seram) itu, iapun mengajak ibunya pulang
’Buk
ayo pulang bukkkkk…..’
Di
saat itupun ia masih belum sadar,meskipun rasa lelah yang ibunya rasakan dan
keringat yang belum kering mengalir ibunyapun masih tersenyum hangat padanya,di
saat itulah ia mengingat wajah ibunya terlihat sangat cantik waktu itu merekapun
berjalan dan berjalan pada saat satu titik di mana ibunya sudah sangat lelah
berjalan dan ibunya tak kuat lagi untuk mengendongnya dan ibunya masih
sempat-sempatnya mau mencari boncengan untuk anaknya yang manja ini, untungnya ada Pak Adi ia adalah tetangga mereka yang
naik montor yang mau memberi bocengan
’Ayo
bonceng? ’ tanya Pak Adi.
Dan
ia di angat dan di naikan di motornya oleh ibunya.
’Lah
ibu kok gak ikut?’tanyanya
‘Gak
nak ibuk mau jalan kaki aja biar sehat’ kata ibunya sambil tersenyum.
Sampai
umurnya 12 tahun aku masih belum sadar apa arti cinta yang di berikan ibunya
saat itu tapi di titik dimana ia sudah kehilangan separuh hidupnya ibunya di
tahun 2006 meningal dunia karena penyakit gagal ginjal saat itu ia masih 13
tahun kelas enam, Allah memisahkan ia dengan malaikat yang selalu tidur di
sampingnya saat ia sedih karena
orang-orang yang tak mengerti perbedaan dalam diri seorang Reza ia di
hina,di cela karena ibunyalah ia masih tegar melewati hari-hari esok menyenakan
dengan perbedaan di dalam setiap hari-harinya,mencoba beradaptasi dengan
kehilangan separuh nafasnya dan ia masih
memegang janji untuk akan membahagiakan keluarganya walapun
dengan keluarga yang tak utuh sampai ,dan ia saat itu mengerti cinta yang di
berika ibunya selama ini adalah dimana Cinta merubah Lelah menjadi Kasih dan
Tangis menjadi Senyuman, pengorbanannya di sebuah cinta itu memang adanya,kita
harus mengorbankan tangis ,amarah,waktu dan tenaga tapi semua itu menjadi indah
dengan seorang bisa merubah hidup menjadi lebih baik yang sudah di berikan oleh
cinta dari malikatnya, cinta yang penuh pengorbanansaat itu tanpa membedakan
keadaan.Ia ingin rasakan cinta yang seperti dirinya lagi nanti ,tapi ia masih akan terus
mencarinya suatu tempat di luar sana.
Cinta
Pertama Reza
Semenjak
itu Reza tinggal bersama Ayahnya yang bernama Pak Heri dan ia tinggal di Sleman
Daerah Jogja mereka tinggal berdua saja karena ketiga saudaranya semua sudah
menikah dan tidak tinggal lagi bersama mereka, dan ayahnya hanya bekas pengsiunan
guru di sekolah ia menuntut ilmu. Dan ia masih memcari sosok seorang seperti
ibunya tapi tidak mengantikan beliau, pada saat itu Reza naik kelas 2 SMP di
hari yang cerah disemester I di bulan april ia mungkin menemukan apa yang ia
cari namanya Syla berkrudung dan mungkin dia wanita sholeha yang ia cari dengan
tubuh yang tinggi dengan mata yang indah .Ia bertanya dalam hati kecilnya apakah dia
mau menerima keadaankuapakah dia mau menjadi hitam bersamaku di dunia yang
putih ini dengan sembunyi-sembunyi ia memerhatikan Syla yang selalu duduk di
berisan depan dekat meja guru dan sudah dua minggu ia memperhatikanya iapun
memberanikan diri untuk menyapanya di kantin sekolah.
‘Hai??’sapanya.
‘Hai
juga,kamu Reza kan anak desa sebelah’
‘Iya
Syl aku boleh minta nomer hpnya gak?’
‘Buat
apa?’
Kata-kata
itu yang membuat hati ini merasa ragu untuk melakukanya dan aku tau jawabanya
pasti gak boleh, mana mungkin dia dengan si pinjang ini tak mengeluarkan
sepatah kata-kata aku menunduk, rasa malu itu begitu besar tapi di saat aku
menoleh dan pergi dari tempat itu dengan muka sedihnya hanya keajaiban semua
ini akan terwujud, sebelum ia pergi di mendengar suara lirih,
‘Emm..iya
boleh ini nomernya 0817854xxxx’
‘
HAH Apa??’
‘Iya
ini nomer aku, nanti sms di kasih nama yaa biar aku tau’
Ok
ok, makasih yaa…
Dalam
jalan menuju kelas dengan kaki yang di seret ‘srett…srett’ di benak ia berkata
‘Tak ada rasa ragu, maupun sedih, di benaku hanya ada rasa ngenbira dan senang
yang aku rasakan mukinkah ia malaikat yang di berikan Allah untuk pengati
penyemangatku yang lama pergi….’
Dalam perjalanan pulang Rezapun masih bahagia
tenyata masih ada orang yang menganggapku ada mengangap orang pincang seperti ini
ada harganya di matanya apakah ini maikat yang engkau berikan Tuhan?, di dalam
buspun ia masih memikirkan kata-kata apa yang harus pertama aku ucapkan.
Sesampainya
di rumah di kamar yang sempit dengan
genting” yang bocor ia melamun inikah
berkah Ramadhan, inilah berkah yang engkau berikan pada hambanya yang selalu
tegar melewati duniamu yang fana ini, hingga malamnya ia belum berani sms atau
pun telpon ia pikir mungkin habis Tarawih saja smsnya kali aja dapat ilham.Saat
pergi ke masjid ia eh bertemu lagi dengan si dia dengan senyumnya dia menyapa,
‘Kenapa
kamu belum sms atau telpon aku?’.
‘Iya
nanti deh pulang tarawih aku pasti sms kamu’.
Tanpa
kata-kata dia hanya hanya tersenyum sambil menganguk dan pergi ke dalam masjid
aku melihat titik cahaya saat dia tersenyum yaitu matanya,dan dia seperti sudah
tahu aku mau jawab apa waktu itu, sampai rumah aku langsung sms dengan hp Nokia
CDMA yang ia punya saat itu.
Hari-haripun
sudah menjadi Minggu sms pertamanya berhasil dan sudah dua minggu
mereka PDKT, ia memberikan diri untuk mengungkapkan rasa cintanya walaupun
kemungkiinan di terimanya 1 di banding 99% tapi setidaknya masih ada harapan ia
percaya ada keajaiban di dunia ini.
Di
hari itu yang cerah terik matahari tak terlalu menyengat,hari dimana akan di
ingat sepanjang hidupnya, Selasa 20 Oktober 2010 iapun memberanikan diri
mencoba hal yang belum pernah terpikir,mencoba keluar dari zona amanya dan di
awali dengan sms siang itu
‘Eh
kamu dah punya pcr blm?’ katanya sambil berharap dia menerimaku apa adanya
‘Emm….
Blm sih emng knp?’ Jawabnya dengan cepat
‘Aku
cinta sama kmu dan mau gak jadi pcrku, berada di sampingku sampai akhir nanti’
Dan
dua menit ia menunggu tak ada jawaban, ia takut apa yang ia kuwatirkan akan
terjadi hanya bibir ini tak henti-hentinya
mengucapkan do’a kepadanya.
Iapun akhirnya telpon memastikan cintanya di
terima apa ngak…
‘Gimana
kamu mau ngak jadi pacarku?’jawabnya dengan kata-kata yang terbata-bata.
‘Iya
deh aku mau jadi pacar kamu, tapi kamu mau menerima aku apa adanya?’
‘Yaya
aku mau sayang.’
Saat
waktu ia mengenal lagi arti dalam hidupnya, dia mengenalkan cinta yang berbeda,
ia tau bila ia percaya dengan sesuatu keajaiban maka ia harus berusaha untuk
mewujutkan keajaiban itu sendiri
Hubungan
yang dulu baik-baik saja kini menjadi regang, yang dulunya sayang-sayangan kini
mulai memudar masalah itu berawal dari kata-kata ‘kamu mau menerima aku apa
adanya’ dan berubah ‘siapa aku dan siapa kamu’ ternyata dia yang dulunya bilang
begitu berusa menjauh, dia yang tak mengerti perbedaan dalam diri si pincang
itu.
Hari
kedua di bulan Sebtember Syla ulang tahun ia pun tak ketinggalan memberikan
kado boneka hati dan sebuah kalung tapi entah kenapa minggu ke 2 disaat kelas olah raga satu sekelas termasuk
dia lari pagi keliling lapang, hubungan mereka yang baru sebentar mereka jalani
dengan kaki pincangnya ia berlari seperti yang lain mencoba menyamakan dengan
yang lain , tidak tau panas,hujan atau badai
malamnya ia menerima sms dari Syla
‘Kita
putus ya, kita sudah gak cocok dan aq mau fokus bljr dulu..?’
Kata-kata
itulah yang membuat seorang Reza menjadi
berubah menjadi bukan dia yang dulu, ia tau dia tak mungkin mernerimanya apa
adanya kata ‘I Love U Just The Way You Are’ sudah tak ada di kamusnya, ia juga
tahu cinta pertama adalah cinta yang pertama kali mengenalkan kebahagian dan
sakit hari dari orang lain.
Sambil
waktu berjalan ia mampu melupakan semua tentang dia, berarti dia bukan ia cari
selama ini cinta yang membuat ia berubah yang buruk jadi baik bukan merubah
menjadi lebih buruk, cinta sejati untuk selamanya dan ia gagal untuk saat itu.
Ia
menjalani kegagalanya minggu demi minggu berubah jadi yang rajin menjadi malas
yang dulunya belum pernah kenal merokok kini menghabiskan satu bungkus dalam
satu hari, yang setiap kesempatan ia menyebut namaNya kini berkurang atau
mungkin tak pernah setiap kalimat yang dulu keluar dari bibir dengan kata-kata
manis kini tinggal kata-kata kasar yang ada dan ia berfikir apakah ini namanya
Cinta Pertama yang dikenal dengan sakit hatinya mungkin biasa dengan orang lain
tapi ia berbeda dan selamanya tak akan berubah.Dengan perbedaan itu ia ingin
sekali di perhatikan oleh orang banyak, pikirnya ia di perhatikan bukan karna
orangnya kemampuanya tapi karna kasihan dan merendahkan kemampunya.
‘Mungkin aku akan di perhatikan dengan cara
aku berperilaku nakal/bandel, kalau tidak bisa jadi yang terbaik jadilah yang
terburuk’ katanya dalam ke sedihanya.
Untungnya
ia masih punya teman sebangku yang konyol mukanya membuat tertawa dia adalah
Zami suatu ketika bicara padaku
‘Kamu
kalau jadi orang jangan lembek-lembek banget?’katanya dengan mukanya yang
meremehkan itu.
‘Lah
terus aku harus gimana…??’
‘Ya
kamu harus cobalah untuk lebih keras kalau kamu masih seperti ini nanti kamu
dewasa cuma hanya buat di injak-injak’jawabnya dengan bergurau.
Tapi
ucapan itu seperti menamparnya, ia mencoba untuk lebih terbuka dalam dunia
hitamnya.Mulaiah ia suka merokok, ketika itu di pagi waktu istirahat kumpulah
ia dengan orang konyol di belang kelas yang setiap harinya di minta urunan
untuk membeli sebungkus rokok
‘Eh
kamu tumben kesini Za?’tanya si Joko
‘Iya
Jok aku boleh minta rokoknya’
‘Ya
kalau mau ikut urunan donk’
Dengan
uang jajan 5rb, ia pun memberi setengah dari uang jajanya begitulah dengan
hari-hari berikutnya sama dan monoton di sisi hitamnya sampai suatu hari uang
pengsiunan bulan ayahnya habis
‘Nak?’jawab
Ayahnya.
‘iya
Pak,ada apa yaa?’
‘Ini uang 5rb sekarang buat dua hari yaa’
‘Lah
kok buat dua hari pak,kenapa??’
‘Uang
bapak hampir habis jadi dua minggu ini kamu 5rb buat dua hari yaa nak’jawab
ayahnya dengan harapan anaknya mau mengerti.
Esok
harinya uangnya sudah habis, iya seperti anak-anak nakal biasanya ‘masuk kuping
kiri keluar kuping kanan’ tapi ia tak mau bilang kalau uangnya habis buat beli
rokok itu.
‘Pak,
uangku habis e boleh minta lagi gak’ jawabnya dengan suara agak keras.
‘Lah
kok sudah habis kemarenkan bapak sudah bilang toh kalau uangnya dipakek buat
dua hari, apa kamu gak dengerin??’.
‘Iya
mau gimana lagi toh pak laper banget tadi tuh’ jawabnya dengan muka angkuhnya
‘Dasar
pincang gak tahu di urus ngak pernah ngerti’in bapak, maunya kamu tuh piye toh
le??’jawab si bapak dengan nada keras
‘Emang bener kok pak uangku habis, intinya boleh
gak!!’jawab si anak menaikan nada suaranya.bersambung........ :P
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
My Blog List
Jam
Pages
Okky Reza Hermawan. Diberdayakan oleh Blogger.
Followers
My Profil
- Unknown
0 komentar:
Posting Komentar